• Jumat, 7 Oktober 2022

Pemerintah Sangat Serius Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik

- Rabu, 23 Februari 2022 | 09:49 WIB
Menteri Peindustrian (Menperin) Agus G Kartasasmita
Menteri Peindustrian (Menperin) Agus G Kartasasmita

INDOTREN.COM -Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada perusahaan BUMN dan swasta yang bersinergi untuk mengakselerasi pembangunan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia. Kolaborasi ini diwujudkan oleh Electrum selaku perusahaan patungan Gojek dan TBS Energi Utama, bersama dengan Pertamina, Gogoro, dan Gesits.

"Indonesia telah menyatakan kesiapannya untuk memasuki era kendaraan listrik sebagaimana arahan Bapak Presiden yang tertuang dalam Perpres No 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (23/2/2022).

Menperin Agus Gumiwang menyampaikan, Kemenperin mendukung penuh pembangunan ekosistem kendaraan listrik dari hulu sampai hilir. Langkah strategis ini diharapkan agar Indonesia menjadi negara yang mampu merajai atau menjadi produsen kendaraan listrik yang berdaya saing global.

Baca Juga: Dana PEN 2022 Dikofukan untuk Tiga Kelompok Ini

"Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, pemerintah sangat serius untuk masuk pada energi baru terbarukan, termasuk menuju pada kendaraan listrik," ujarnya. Hal itu juga akan menjadi isu prioritas yang dibawa Pemerintah Indonesia dalam G20 Summit, yang salah satu pembahasannya terkait transisi energi yang berkelanjutan, termasuk percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Pada peta jalan industri otomotif nasional, Kemenperin menetapkan 20 persen penggunaan kendaraan berbasis baterai listrik pada tahun 2025, seiring dengan upaya industri otomotif yang terus melakukan efisiensi untuk jenis teknologi Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid, dan Plug-in Hybrid. "Ke depan, teknologi fuel cell berbasis hydrogen juga telah terdapat dalam peta jalan industri otomotif nasional, dengan semangat untuk menuju produksi industri kendaraan ramah lingkungan," tutur Agus.

Baca Juga: Menkeu: Kinerja APBN 2022 Masih on Track

Lebih lanjut, dalam pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik, industri otomotif dalam negeri ditargetkan dapat memproduksi mobil listrik dan bus listrik sebanyak 600 ribu unit pada tahun 2030, sehingga dengan angka tersebut akan dapat mengurangi konsumsi BBM sebesar 3 juta barel dan menurunkan emisi CO2 sebanyak 1,4 juta ton.

"Upaya strategis ini diharapkan pula dapat mendukung pemenuhan komitmen pemerintah Indonesia terkait pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030, dan di tahun 2060 masuk ke emisi nol atau net zero carbon," paparnya.

Halaman:

Editor: Paulus N

Sumber: Kementerian Perindustrian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

9 Tahun, 5 Juta Transmisi MCVT Dikirim ke 14 Negara

Kamis, 15 September 2022 | 23:57 WIB

Catat!Semua Pejabat Pemerintah Wajib Pakai Mobil Listrik

Kamis, 15 September 2022 | 13:22 WIB

Penjualan Daihatsu Terios Terus Meningkat

Rabu, 13 April 2022 | 12:13 WIB

Miquel Olivera Juarai MotoGP Mandalika 2022

Minggu, 20 Maret 2022 | 16:10 WIB

Jokowi Luncurkan Mobil Listrik Pertama Indonesia

Rabu, 16 Maret 2022 | 21:21 WIB

Toyota Siapkan Kendaraaan untuk Menjelajah Bulan

Kamis, 10 Februari 2022 | 19:41 WIB
X